Nasehat lama, tapi kayaknya perlu untuk saya tuliskan kembali :
Find Your Love…
Bila Anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, Pekerjaanpun akan menjadi menggembirakan.
Bila Anda tidak mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda. Ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh Anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman Anda pulang dan pergi dari dan ke tempat kerja Anda. Jika perjalanan anda menyenangkan pastilah menjadikan tujuan tampak menyenangkan pula.
Continue reading 'Menemukan Cinta…'»
” Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination ” (Fritzhugh Dodson)
Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya. Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.
Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut, hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!
Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai, setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.
Empat cara yang bisa dipakai untuk menetapkan tujuan hidup:
Continue reading 'Tetapkan Tujuan Hidup'»

img src : http://dipankarajayaputra.com
Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambatnya. Karena dalam keadaan tetap bergerak, kita telah menciptakan suatu kemajuan. Jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Continue reading 'Tetap Bergerak'»

img src : mardenny.files.wordpress.com
Rekan anda tiba-tiba menghampiri tempat anda belajar, dan memungut sebatang pensilmu yang patah. Pintanya, “Boleh aku pinjam ini?” Anda yang sibuk dengan kerjaan anda hanya menengok sekelebat dan berkata, “Ambil saja !” Setelah itu anda lupa akan kejadian tersebut selamanya. Padahal bagi rekan anda, pensil patah tersebut amat berharga demi pengerjaan tugasnya.
Tahukah kamu, bagaimana “rasa” sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tak banyak yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa, apalagi untuk dirasa-rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tak terasa, sebagaimana anda mempersilakan teman anda mengambil pensil patah tadi. Tak ada sedikitpun rasa keberatan. Tiada sedikitpun permintaan terima kasih. Tiada setitik pun rasa berjasa. Semuanya lenyap dalam ketulusan.
Continue reading 'Rasa Sebuah Ketulusan'»